Jumat, 20 Mei 2011

kisah kasih d SMP 2 Sragen

Bagi aku sahabat beda ama temen.
Sahabat sudah pasti teman dan teman belum tentu sahabat.
Aku punya 3 orang sahabat yang baik hati, selalu ada saat aku suka dan duka. 3 orang sahabat aku itu adalah Amrin, Ika dan Erlin. Kami mengikat diri dalam suatu perjanjian persahabatan suci dan abadi, dengan sebuah bukti keseriusan kami dalam ikatan NAIRA’s FRIEND.

Kami berempat memiliki karakter yang berbeda-beda.
Tapi perbedaan itulah yang menyatukan kami.
Menyatukan 4 hal yang sulit dipertemukan.
Namun dari situ kita dapat mengerti arti persahabatan yang sesungguhnya.
Pertemuan kami pun ada cerita tersendiri.

Aku berkenalan dengan Erlin pada saat MOS SMP.
Aku dan Erlin menjalin persahabatan yang baru di kelas yang baru.
Dari SD hanya aku yang berada di kelas 1A, begitu juga dengan Erlin, ada satu temen Erlin yang satu kelas dengan kami namu dia seorang cowok.
Aku sering Curhat ke Erlin, masalah sekolah, Keluarga, persahabatan dan lainnya.
Begitu juga dengan Erlin.
Banyak orang yang mengira kita saudarra kembar.
Kemudian saat Class mid cawu 1, aku berkenalan dengan teman beda kelas yang bernama Amrin, kami berkenalan saat akan menjenguk teman Amrin yang berada di Paldaplang. Dari SMP 2 Sragen sampai Paldaplang kami tempuh dengan naik sepeda mini.
Mungkin itu juga yang menyatukan persahabatan kami.
Saat masih kelas 1, aku tidak begitu dekat dengan Amrin.
Salah satu faktornya adalah perbedaan kelas.

Kenaikan kelaspun tiba.
Aku tak menyangka dapat satu kelas lagi dengan Erlin.
Dan aku juga satu kelas dengan Amrin.
Mulai saat itu aku dekat dengan Amrin, karena kami duduk dalam satu bangku.
Dan Erlin duduk satu bangku dengan Ika.
Pada awalnya aku tidak begitu akrab dengan Ika, bahkan bisa dibilang tidak akrab.

Perubahan terjadi saat kita kelas 3, tidak ada perubahan tempat duduk kami. Ika dan Erlin duduk di depan kami.
Dari saat itu aku mulai membuka diri untuk menerima Ika sebagai teman.
Dan aku merasakan ada yang berbeda dengan Ika yang dahulu dengan Ika yang sekarang.
Ternyata benar sosok Ika bukan hanya sosok seorang teman namun sosok seorang Sahabat Sejati.
Namun, pada awalnya Amrin tidak begitu dekat dengan Ika, bahkan mereka sering cekcok.

Hingga semester akhir kelas 3, Amrin dan Ika dapat saling menerima apa adanya.
Begitu juga dengan aku dan Erlin.
Banyak orang yang menilai perpisahan adalah akhir dari persahabatan, namun tidak dengan kami.
Perpisahan kelas 3 SMP menjadi awal keseriusan kita dalam menjalani persahabatan sejati.
Walaupun kita beda kelas namun kita selalu menyempatkan bertemu disela-sela kesibukan kita yang berbeda-beda.
Ya kita beda sekolah. Ika berada di SMK N 1, Amrin dan Erlin berada di SMA N 1 dan aku sendiri di SMA N 2.

Perbedaan karakter diri telah menyatukan kami, aku yang manja, dan egois.
Erlin yang manja dan penyayang.
Ika yang tomboy dan keras.
Serta Amrin yang manja dan tomboy (tp skarang dah feminin).
Kami dapat mengesampingkan kepribadian demi persahabatan.


Teruntuk NAIRA’s FRIEND semoga persahabatan kita kan kekal abadi selamanya,
dan jadikan fenomena persahabatan menjadi ciri khas dari persahabatan kita.
Semoga kita semakin lekat bukan semakin renggang.
Aku akan merindukan kalian.
NAIRA’s FRIEND aku sayang kalian semuanya, kalian adalah ANUGERAH TERINDAH dalam hidup ini.
Kalian tak hanya teman ataupun SAHABAT buat aku tapi kalian adalah SAUDARAku

i miss u all

Tidak ada komentar:

Posting Komentar